BARANG ANTIK JALAN SURABAYA, PASAR

Terletak di Jl. Surabaya Menteng Jakarta Pusat, dimana dijajakan berbagai macam barang antik baik tradisional maupun modem seperti elektronik, kamera, hiasan lampu, pecah belah, alat rumah tangga yang terbuat dari kuningan dan perak. Kegiatan pasar ini dimulai sekitar tahun 1960-an, awalnya hanya ada beberapa pedagang loak yang menjual barang-barang kebutuhan rumah tangga dengan menjajakan dagangannya di trotoar dan lahan yang ada. Di antara barang bekas, terdapat barang antik namun penjualnya tidak menyadarinya. Tetapi setelah banyak orang yang mencari barang-barang antik tertentu, mereka mulai menyadari barang-barang yang memiliki nilai jual tinggi. Maka mulailah mereka serius berburu barang-barang antik dari berbagai wilayah untuk dijual.

Di pasar ini dapat ditemukan berbagai piringan hitam yang berisikan lagu ngak-ngik-ngok yang dilarang pada waktu Presiden Sukarno. Namun sekarang justru banyak dicari hanya sekedar untuk mendengarkan lagu papuler pada saat itu, membuat kawasan ini semakin ramai pengunjung. Pada tahun 1970 bertepatan dengan HUT Rl ke-25, Pemda DKI melakukan penertiban besar-besaran terhadap pedagang kaki lima. Salah satu obyek penertibannya adalah para pedagang kaki lima Pasar Rumput di JI. Sultan Agung. Mereka dipindahkan di ujung utara Jl. Surabaya, sehingga kawasan ini semakin tidak beraturan. Baru pada tahun 1974 pasar antik ini mulai ditata Pemerintah Daerah, tenda-tenda lama diganti dengan bangunan setengah permanen berupa jajaran kios-kios. Sampai saat ini kawasan ini semakin dikenal di kalangan turis mancanegara untuk berburu barang antik. Kemasyhuran pasar ini terbukti ketika Bill Clinton, Presiden Amerika Serikat berkunjung ke Indonesia pada tahun 1994, menyempatkan diri untuk mengunjungi tempat ini.