BANTEN, ULAMA

Satu golongan ulama, yang mempunyai pengaruh besar dalam penyebaran, peletakan dasar-dasar dan pembentukan budaya Islam di Betawi. Kerajaan Banten yang menerapkan hukum Islam secara ketat mempunyai hubungan erat dengan Kerajaan Jayakarta (awalnya bagian dari Kerajaan Banten) dan masyarakat Jakarta. Selain itu jarak geografis yang relatif dekat antara Banten dan Jakarta, memungkinkan terjadi perpindahan penduduk kedua daerah. Seperti yang dikemukakan oleh Snouck Hurgronje (seorang orientalis Belanda), dicontohkan bahwa Arsyad bin As'ad seorang ulama asal Banten di Mekah, dahulu ayahnya pindah ke Batavia sebelum Arsyad berangkat ke Mekah untuk menuntut ilmu.

Di Kerajaan Banten diterapkan hukum Islam secara ketat dan telah teIjalin hubungan dengan penguasa Mekah. Para raja-raja juga mendapat gelar "sultan", pemberian dari SyarifMekah. Di samping itu banyak ulama-ulama Banten yang belajar ke Mekah dan pulang untuk mengabdi pada kesultanan, menjadi qadi atau jabatan-jabatan keagamaan lainnya maupun pendidik bagi masyarakat. Kemajuan lembaga-lembaga pendidikan Islam dan tarikat di Banten, menjadikan negeri itu kiblat kedua (setelah Mekah) ilmu keagamaan Islam bagi masyarakat Betawi. Banyak pula orang Betawi yang belajar di Banten dan kemudian kembali ke Jayakarta menjadi ulama, hingga kemudian mendidik masyarakat.