BANK PEMBANGUNAN DAERAH (BPD)

Pada mulanya, bank ini dibentuk untuk menggalang dana pembangunan Pasar Cikini, Proyek Rumah Minimum, dan penanggulangan banjir (1961). Dana dikumpulkan dari perusahaan-perusahaan dan kalangan industri dan tidak digabungkan dengan dana pemerintah. Dengan modal kerja Rp. 2.500.000, melayani beberapa proyek antara lain pertokoan Hias Rias Cikini, proyek Senen, Proyek Penjagalan dan peternakan babi di Kapuk, Proyek Pluit, Krekot Dalam, Pasar Tebet, Pasar Blok M, Pasar Grogol, peremajaan Jl. Gajah Mada dan Hayam Wuruk serta Perusahaan Air Minum. Selanjutnya untuk memberi ciri khas daerahnya, BPD DKI disebut Bank DKI.