BANK EKSIM, GEDUNG

Bangunan gedung BEll yang terletak di Jl. Pintu Besar Utara No, 1, dibangun pada tahun 1929 dengan gaya arsitektur Art Deco, Dahulu gedung ini bernama NV Nederland, sche Handel Maatschappij (NHM), atau juga dikenal dengan nama Factorij, Kemudian perusahaan tersebut dinasionalisasikan oleh Pemerintah Indonesia pada tanggal 30 Nopember 1960 dengan PP No, 44/1960 bersama 18 cabangnya yang tersebar di lndonesia. Bangunan di sebelah selatan Bank Indonesia ini dirancang oleh J. de Brunn, Smith, dan van de Linde, Pada masa tahun 1920-an hingga awal Perang PasifIk, kelompok gedung-gedung Bank Exim (dan Stasiun Jakarta Kota) mampu menjadi struktur penting suatu pelataran ruang umum kota yang penting.

Bank tersebut sesungguhnya sudah giat sejak zaman penjajahan, yaitu sebagai bagian dari kegiatan Nederlandsche Handels Maatschppij (NHM), Pada tahun 1060, NHM dinasionalisasi dan diserahkan kepada Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang didirikan pada tahun 1958. Segala kegiatan usaha NHM di Indonesia dalam bidang lalu lintas pembayaran internasional dilanjutkan oleh BKTN, Sebelum itu, BKTN sudah menjalankan kegiatan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Dalam masa peralihan, diadakan pemisahan antara cabang-cabang BKTN yang berasal dari NHM. Yang pertama ditugasi menjalankan usaha perkreditan rakyat, khususnya perkreditan untuk koperasi tani dan nelayan, sedangkan yang kedua mendapat tugas menjalankan perkreditan bagi golongan-golongan lain yang telah lazim dikerjakan oleh cabang-cabang tersebut lni yang disebut urusan Eksim oleh BKTN.

Bangunan ini terletak di kawasan pusal perdagangan dan perkantoran kota lama, Lantai dasarnya dinaikkan setengah lantai, sehingga koridor di sepanjang muka bangunan tetap memiliki privasi walaupun bangunan langsung berhubungan dengan ruang publik. Seni bangunan gedung ini telah memberikan sumbangan penting gedung-gedung di kawasan Kota bagi perkembangan Kota Jakarta. Pada bangunan Bank Exim tampak usaha menerapkan prinsip-prinsip klasik seni bangunan Renaissance ItaIia yang diperkaya oleh unsur-unsur detail atap Mansard Perancis. Pengaruh Beaux Arts tampak kuat, tetapi sudah banyak direduksi kecenderungan ormentalnya. Deretan pilaster Korintian di gedung ini lebih memperkuat pengaruh klasik Perancis daripada Jerman (Schinkel).