Bambu

Tanaman yang banyak ditemukan di kebun, halaman, dan semak-semak di sekitar Sungai Ciliwung, bambu apus yang paling banyak dijumpai. Bambu merupakan tanaman tahunan yang termasuk dalam keluarga rumput-rumputan (gramineae) dan anak suku Bambusoideae. Di Indonesia ada sekitar 65 jenis. Beberapa jenis bambu antara lain (1) Bambu ampel (bambusa vulgaris var. viridis), buluhnya berwarna hijau mengkilat dan ditanam sebagai pagar pembatas; (2) Bambu ater (gigantoehloa atter) , mempunyai rebung yang manis sehingga disebut pring legi oleh orang Jawa; (3) Bambu betung (dendro-cala-mus asper), buluhnya berdiameter sampai 12 m sehingga cocok untuk tiang bangunan; (4) Bambu cangkoreh (dinochloa scandens), menjalar seperti rotan; (5) Bambu duri (bambusa blumeana dan bambusa arundinacea), mempunyai duri pada cabang cabangnya; (6) Bambu eul-eul (nastus elegantissimus), buluhnya tipis sehingga selalu mencari tempat bersandar untuk hidup; (7) Bambu gendang, satu-satunya bambu yang mempunyai ruas berlekuk-lekuk sehingga cocok untuk tanaman hias; (8) Bambu gombong (gigantochlo pseudoarundinaceae), dimanfaatkan untuk pikulan, gamelan bambu, dan pelapis raket bulu tangkis; (9) Bambu Jepang (tyrsostachys siamensis), di Indonesia dimanfaatkan sebagai tanaman hias; (10) Bambu lengka (gigantochloa nigrociliata), rumpunnya sudah jarang ditemui karena rebungnya selalu diambil saat masih muda; dan (11) Bambu suling, digunakan untuk membuat suling, tangkai pancing, juga bambu runcing.

Bambu tropis kebanyakan tumbuh dalam satu rumpun. Tingginya 15 cm sampai 35 m. Buluh bambu ada yang tegak, seperti rotan (misalnya Dinochloa), dan ada yang bersandar (misalnya Recemobambus dan Nastus). Tebalnya pun beragam, biasanya berlubang tetapi ada juga yang pejal (masif). Buluh bambu mempunyai ruas-ruas sepanjang 0,8-1,5 m. Buluh yang masih muda disebut rebung dan selalu dilindungi oleh pelepah buluh yang akan terlepas jika buluh sudah cukup dewasa. Dalam masyarakat Betawi, rebung muda biasanya dapat dikonsumsi sebagai sayuran yang cukup digemari dan mudah ditemui di warung makan.

Bambu juga mengandung silika (tabasir) yang digunakan sebagai obat batuk, asma, kelumpuhan. Selain digunakan untuk bahan makanan dan obat, bambu juga mempunyai banyak manfaat antara lain sebagai kanstruksi bangunan, keranjang bambu, pipa air, bahan baku kertas (pulp), tanaman hias, dan bahan alat-alat musik tradisional. Untuk suling dibuat dari bambu jenis Schizo-stachyum sedang angklung dari gigantochloa atter. Dalam upacara adat, bambu juga masih dipakai seperti pada sembilu (pisau bambu) untuk memotong tali pusar bayi dan dalam khitanan. Di Jakarta, banyak toponim tempat menggunakan istilah ini antara lain Pondok Bambu (Jakarta Selatan).