BAJAJ

Salah satu moda angkutan transportasi umum berukuran kecil, untuk dua penumpang yang terdapat di Jakarta. Secara teknis, struktur bajaj berasal dari motor roda dua vespa, namun dimodifikasi menjadi tiga roda, dan memiliki ruang penumpang tertutup. Bajaj diimpor dari India, memiliki mesin 160 cc, namun belakangan onderdilnya disamping masih diimpor dari negara tersebut juga sudah diproduksi di Tegal, Jawa Tengah. Bahan bodinya, 60% terbuat dari metal-drum dan 40% terpal yang memayungi ruang sopir dan penumpang. Berbahan bakar premium, bajaj memiliki kecepatan normal 40 km/jam dan maksimum dapat mencapai 70 km/jam.

Bentuknya cukup unik, karena memenuhi seluruh ketentuan untuk bentuk sebuah kendaraan berada empat, dengan empat lampu di depan dan di belakang; bagian depan sopir terdapat kaca yang bisa dilengkapi dengan wiper bila hari hujan. Kendaraan ini mulai diimpor dan masuk di Jakarta pada tahun 1975, pada tahun 2004 harganya mencapai Rp 15-22 juta dalam kondisi bekas. Sistem transaksi antara sopir dan penumpang adalah dengan tawar-menawar ongkos, sesuai dengan jarak tempuh, berat beban bawan dan tingkat kepadatan lalu lintas yang terjadi pada saat itu. Sekalipun masih cukup banyak beredar di jalanan Jakarta, mengingat usia kerjanya cukup tua, sejak tahun 2000-an, pemerintah DKl Jakarta berencana menggantinya dengan kendaraan sejenis bernama Kancil, produksi PT Dirgantara Indonesia Bandung.