BAHARI, PATUNG

Patung yang terdapat di halaman Markas Besar Tentara Nasional Angkatan Laut RI, di Jl. Gunung Sahari. Patung tersebut dibuat atas permintaan Menteri Panglima Angkatan Laut R.E Martadinata. Patung Bahari dibuat dari bahan perunggu dan dikerjakan oleh team pematung dari Keluarga Area Yogyakarta pimpinan Edhi Sunarso. Patung digambarkan dalam bentuk seorang manusia Bahari (pelaut) dengan peralatan laut berupa jangkar kapal. lni merupakan simbol atau Lambang dari Kepahlawanan bahari (kelautan). Semboyan "kita bangsa Bahari" sangat tepat dalam visualisasi yang ditampilkan pada wujud patung ini.

Makna filosofisnya ialah gugurnya pahlawan pelaut tak dikenal. Manusia (pelaut) dengan alat kebahariannya yang terjelma menjadi satu dengan laut telah menjadi bagian dari jiwanya. Tujuannya adalah mengobarkan semangat dan jiwa kelautan (bahari) dalam diri setiap insan pelaut Indonesia. Pantang mundur dalam setiap perjuangan membela dan mempertahankan negeri tercinta. Adapun fisik patung ini secara singkat sebagai berikut: tinggi patung 3 m, berat 1 1/2 ton, bahan dari perunggu, cor perunggu dilaksanakan oleh bengkel pengecoran patung Perunggu Artistik Direktorat Yogyakarta pimpinan 1. Gardono dan lama pembuatan patung tujuh bulan. Alasan penempatan di lokasi ini mempunyai nilai sejarah bagi Angkatan Laut RI semenjak berdirinya. Diresmikan di saat peringatan Hari Dharma Samudera pada tanggal 15 Januari 1967 oleh R.E Martadinata.