AYODIA, TAMAN

Taman Ayodia, Jakarta Selatan

Luas

6.866 m2

Tanaman Hias

921 m2

Pohon Pelindung

177 Pohon

Fasilitas dan Sarana

Pedestrian Walk, Jogging track, 2 buah pergola, 2 buah gazebo, kolam air mancurseluas 1500m2, gardulistrik, amphitheater denganpanggungdiataskolam, kamarmandi, gudang, posjaga, lampupenerangan, bangkutaman, 4 pintumasuktaman, tersediawifi.

Jenis Vegetasi

Tanjung (Mimusop elengi); Angsana (Pterocarpus indicus); Beringin (Ficus benjamina)

Jam

24 Jam

Latitude, Langitude -6.2453787,106.7943293,17

                                                                                                                                                                                                                                                                   Taman Ayodia, Jakarta Selatan, berada  di tengah diantara jalan Barito II, Lamandau III, Mahakam dan Melawai Raya Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ayodia diambil dari bahasa sanksekerta yang artinya yang tidak akan kalah dalam peperangan. Ayodia dalam kisah Kakawin Ramayana juga merupakan ibukota kerajaan Kosala yang sangat indah dan diperintah oleh Prabu Dasarata.

Awalnya taman ini merupakan taman dengan danau kecil di tengahnya dan telah ada sejak tahun 1950-an. Namun beralih fungsi kemudian, di tahun 1970-an hingga 1980-an menjadi area penjualan bunga dan penjualan ikan hias. Banyak yang menyebutnya sebagai Pasar Barito. Kemudian pada tahun 2007 Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berusaha mengembalikan fungsi ruang terbuka hijau taman ini dari Pasar Barito. Dalam usaha mengembalikan fungsi ruang terbuka hijau untuk warga ini, Pemprov melalui Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta melakukan sayembara disain taman. Namun usaha pengembalian fungsi taman ini juga sempat melalui penolakan dari pihak pedagang Pasar Barito karena urung menempati tempat baru mereka di Pasar Bunga dan Ikan Hias Radio Dalam. Namun seiring waktu pasar baru ini diisi juga oleh pedagang Ex-Pasar Barito. Pasar Radio Dalam ini akhirnya menampung sebanyak 104 pedagang Ex-Pasar Barito dengan komposisi 51 kios bunga dan 53 kios ikan hias. Diantara pedagang Ex Pasar Barito ini masih mengabadikan nama Barito pada kios mereka.

Taman Ayodia dibangun kembali dengan nilai mencapai 2,1 Miliar Rupiah untuk tempat rekreasi dan interaksi warga kota Jakarta. Taman ini diresmikan oleh Gubernur Jakarta Fauzi Bowo 6 Maret 2009, namun telah dapat di akses warga dari bulan Januari 2009. Tak jauh dari taman juga tersedia Rumah Sepeda yaitu halte yang dibangun khusus oleh Pemprov DKI Jakarta untuk sepeda yang akan parkir di kawasan ini. Taman ini juga dilintasi oleh jalur khusus sepeda dengan jarak 1,4 kilometer hingga menuju ke arah Blok M.

Di taman ini dihiasi oleh banyak tanaman tropis diantaranya pohon kayu putih, pohon palem, pohon kelapa, pohon cemara, pohon beringin, pohon angsana, pohon bunga tanjung, pohon kamboja, bunga lili, bunga nusa indah, bunga teratai air, bunga melati air dan lainnya. Di tengah taman terdapat kolam ikan yang berisi ikan mujair, ikan mas, ikan lele, ikan gabus dan koi. Pengunjung taman diperkenankan memberi makan ikan-ikan di kolam ini, biasanya anak-anak kecil di akhir pekan yang melakukannya namun tidak diperkenankan untuk memancing atau mengambil ikan di kolam ini. Di kolam ini juga terdapat amphitheater dengan panggung di atas kolam yang dapat dilihat dari semua sisi taman. Pada saat saat tertentu juga diadakan acara di taman ini salah satunya Jakarta Bienale 2012 pameran seni grafis pop art wedha.

Kini Taman Ayodia menjadi salah satu ikon kota Jakarta, dengan konsep Green Public Open Space, membuat pengunjung taman hampir tidak pernah sepi sepanjang hari.

Akses Transportasi

Pengunjung taman yang mengunakan kendaraan pribadi biasanya memarkirkan kendaraannya di sisi jalan samping gereja Santo Yohanes Penginjil untuk mobil, sedang untuk motor bisa parkir di sisi lain taman, yaitu di jalan Lamandau III. Bagi yang mengunakan kendaraan umum, biasanya naik bus Metromini, Kopaja atau Bajaj. Dari arah Terminal Blok M bisa naik bajaj atau Metromini 74 jurusan Blok M-Rempoa, Metromini 69 jurusan Cileduk-Blok M, Kopaja 609 jurusan Meruya- Blok M, Kopaja 609 jurusan Tanah Abang- Blok M, Kopaja 614 jurusan Cipulir – Pasarminggu,  Metromini  76 jurusan Rambutan – Blok M, Metromini 72 jurusan Lebak Bulus – Blok M, Metromini 610 jurusan Blok M – Pondok Labu. Turun di pertigaan Jalan Barito II atau Gereja Santo Yohaness Penginjil. Pengunjung dapat berjalan kaki menuju Taman Ayodya.