Asrul Sani

Penulis sajak, cerita pendek, esai, skenario film, dan sutradara. Kelahiran Rao, Sumatera Barat, 10 Juni 1926 dan meninggal di Jakarta, II Januari 2004. Salah seorang dari trio pelopor Angkatan 45 dalam bidang puisi, bersama Chairil Anwar dan Rivai Apin. Mereka bertiga menerbitkan kumpulan sajak bersama dengan judul Tiga Menguak Takdir (1950). 1950-an, dengan Usmar Ismail dan kawan-kawan mendirikan Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI). Sebagai penulis skenario maupun sutradara, ia pernah meraih piala tertinggi dalam Festival Film Asia; demikian juga dalam Festival Film Nasional. Skenario yang dibuatnya antara lain: Lewat Jam Malam (disutradarai oleh Usmar Ismail, 1956), Tauhid (disutradarai bersama oleh Usmar Ismail dan Asrul Sani, 1965), Mutiara Dalam Lumpur (disutradarai oleh Wahyu Sihombing, 1970), Apa Yang Kau Cari Palupi? (disutradarai sendiri, 1970), AI-Kautsar (disutradarai oleh Chairul Umam, 1977), Bulan di Atas Kuburan (disutradarai sendiri, 1976).

Asrul Sani banyak membuat film berdasarkan roman Indonesia yang penting-penting, misal: Pagar Kawat Berduri (karya Trisnoyuwono, 1963), Salah Asuhan (karya Abdul Muis, 1974), Kemelut Hidup (karya Ramadhan K.H., 1978), Di Bawah Lindungan Ka'bah (karya Hamka, 1978). Bersama H. Umar Ismail, Arras Ma'ruf, dkk. mendirikan Lesbumi dan menjadi salah seorang ketuanya. Tahun 1972-1973, menjadi ketua Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta dan 1977-1979 menjadi salah seorang Ketua Dewan Kesenian Jakarta. Tahun 1976, menjadi Ketua Lepfinas (Lembaga Pembinaan Film Nasional) Departemen Penerangan dan 1979 menjadi Wakil Ketua Harian Dewan Film Nasional. Menterjemahkan lebih dari 100 judul lakon karya pengarang dunia, baik klasik maupun modern seperti William Shakespearae, Moliere, Bernard Shaw, Ibsen, Rabindranath Tagore, Thornton Wilder, Arthur Miller, Boleslawski (Enam Pelajaran Pertama Bagi Calon Aktor, 1960) dan Stanilavski. Sementara itu roman yang diterjemahkannya pun tidak sedikit, belasan buah judul telah diselesaikannya antara lain karya-karya Fyodor Dostojewski, Yasunari Kawabata, Yukio Mishima, Maria Dermout, Franz Kafka, Goethe, dan lain-lain. Sajak-sajaknya Mantera (terbit 1975) dan cerita-cerita pendeknya dibukukan dalam Dari Suatu Masa Dari Suatu Tempat.