ASIA RAYA

Surat kabar bahasa Indonesia pertama yang boleh terbit pada masa pendudukan Jepang, tahun 1942-1945, dan menjadi alat propaganda utama pihak Jepang. Surat kabar ini terbit pertama kali di Jakarta pada tanggal 29 April 1942, tepat pada hari ulang tahun Kaisar Hirohito. Harian ini dibiayai oleh perusahaan penerbitan Asahi di Osaka. Asia Raya terbit empat halaman setiap hari.

Surat kabar ini semula dipimpin oleh orang-orang Jepang, tetapi kemudian jabatan pemimpin umum diserahkan kepada tokoh pergerakan politik R. Soekardjo Wirjopranoto. Jabatan wakil pemimpin umum diserahkan kepada R.H.O. Djoenaedi dan R.M. Soemanang Soeriominoto, sementara R.M. Winarno menjadi pemimpin redaksi. Anggota redaksi lainnya ialah Anwar Tjokroaminoto, Burhanuddin Muhammad Diah, Darmawidjaja, Asmara Hadi dan Rosihan Anwar.

Kebanyakan penerbitan pers milik orang Indonesia dan semua yang berbahasa Belanda (milik orang Belanda)  dilarang terbit. Salah satu surat kabar milik orang Indonesia, Pemandangan, dengan pemimpin redaksi Soemanang akhirnya juga dilarang terbit pada bulan April 1942 karena kesalahan teknis percetakan. Gambar bulatan merah bendera Jepang menimpa sebagian foto Kaisar Hirohito yang dimuat untuk memperingati ulang-tahunnya; peristiwa itu dianggap sebagai penghinaan. Penggantinya, Pembangoen, akhirnya juga ditutup bulan Januari 1943 karena dianggap tidak diperlukan lagi. Pimpinannya, Djoenaedi dan Soemanang, pindah ke Asia Raya, sedang stafnya bekerja di kantor berita Domei atau di Jawa (Djawa) Sinbun Kai, kantor pengelola persurat kabaran di Jakarta yang mengurus penerbitan sejumlah surat kabar.