Artesian Weels

Jaringan sumur artesis untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Batavia. Keadaan Batavia yang berawa menyebabkan daerah ini rentan terhadap penyakit kolera, tipus, dsb. Sumur pertama ada di Benteng Prince Frederick (1843). Kemudian dibangun enam sumur lain termasuk di utara Koningsplein (Jalan Medan Merdeka Utara) yang dibangun dengan gaya artistik. Hingga abad XX ada sekitar 50 sumur artesis di Batavia dengan kedalaman 100-395 m. Empat belas pusat pemompaan juga dibangun untuk memperbaiki tekanan dalam pipa.

Kualitas air sumur yang rendah, berwarna kuning, tidak enak, dan temperatur yang tinggi (39 derajat Celcius) menyebabkan pemerintah Kota Batavia membuat proyek untuk mengalirkan sumber air dari Ciomas (terletak di lereng Gunung Salak dekat Bogor) ke Batavia. Proyek ini diselesaikan akhir tahun 1922 setelah jaringan sumur artesis dihancurkan. Dalam buku pedoman tahun 1891 bagi Batavia, disebutkan bahwa jaringan sumur artesis dengan pipa sepanjang 90 km melayani Meester Comelis (Jatinegara) dan Batavia.