Art Summit

Merupakan festival internasional tiga tahunan yang diselenggarakan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, yang pertama kali diadakan tahun 1995 dan dipusatkan di Gedung Kesenian Jakarta. Art Summit memiliki arti penting, karena ambisinya menampilkan puncak-puncak pencapain kesenian dari berbagai negara. Penyertaan berbagai negara sahabat itu, sebagai bentuk apresiasi yang diharapkan membangun pemahaman antar budaya dan antar bangsa bagi terciptanya toleransi dan perdamaian dunia.

Selain membawa misi politis, Art Summit secara nasional menjadi ajang untuk mengukur pencapaian estetik kesenian kontemporer Indonesia, setidaknya dalam tiga tahun terakhir. Pentas berdampingan dengan karya-karya terbaik para seniman dari berbagai belahan dunia, jelas merupakan kesempatan untuk tidak saja berbagi pengalaman. Lebih dari pada itu kesenian-kesenian dari negara lain dijadikan tolok ukur untuk menilai pencapaian kesenian di Indonesia sendiri. Pada mulanya Art Summit hanya terbatas menggelar garapan di wilayah seni pertunjukan, khususnya musik, tari dan teater, namun sejak tahun 2004 diperluas ke wilayah seni rupa. Negara-negara asing yang pernah dilibatkan antara lain: Perancis, Rusia, Inggris, Finlandia, Ghana, Mesir, Korea, Jepang, Cina, AS, Argentina, dll.