ARAK API

Minuman keras buatan orang Cina di Batavia, bahan utamanya berasal dari beras dan ragi. Arak api diperjual belikan di pasar-pasar gelap, karena ada usaha dari pemerintah Belanda untuk membasmi pembuatan arak api. Belanda menganggap arak itu dapat mengganggu kesehatan penduduk Kota Batavia termasuk di dalamnya orang Belanda dan Eropa. Sampai tahun 1768, setiap bulan penjualan bisa mencapai kurang lebih 500 ringgit. Perdagangan arak api secara gelap dapat diatasi sekitar tahun 1780.