Antara, Lkbn

Pers Biro Nasional kemudian diubah menjadi Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN), merupakan kantor berita pertama yang didirikan oleh putera-putera Indonesia pada 13 Desember 1937. Almanak Pers 1976 menyebutkan, R.M. Soemanang dan A.M. Sipahoetar, Pandoe Kartawigoena. Adam Malik, dan pemuda pergerakan kebangsaan yang aktif dan berbakat wartawan memperoleh tempat untuk bekerja di Buiten Tijgerstraat 30 (sekarang Jl. Pinangsia 70) Jakarta Kota, milik Jahja Nasution, seorang pergerakan. Kemudian 1941, pindah ke Jl. Tanah Abang Barat 90. Waktu Aneta (Lihat Aneta) ditutup oleh Jepang. Antara menempati kantor Aneta di Jl. Pos Utara 53 (sekarang Jl. Antara), ikut menempati gedung tersebut wartawan Domei. Jepang mengganti nama Antara menjadi Yashima, kemudian menjadi Bagian Indonesia dari Domei. Pada tanggal 17 Agustus 1945, melalui jaringan telekomunikasi Domei, menyiarkan Proklamasi Kemerdekaan RI. Sekitar 1960-an, pergolakan-pergolakan politik juga melanda tubuh Antara, maka 1963, Presiden menguasai pers dan melebur PIA ke dalam Antara, ikut melebur APB (Asian Press Board) dan INPS (Indonesian National Press Service) di samping merubah bentuknya dari yayasan menjadi lembaga yang bernaung langsung di bawah Presiden. Sekarang setelah masa reformasi, LKBN Antara menjadi kantor berita yang lebih bersifat independen, sekalipun ketuanya tetap dipilih oleh Presiden.