Antara, Gedung

Terletak di kawasan Pasar Baru tepatnya di Jalan Pos Utara No. 57, Jakarta Pusat. Gedung ini pada mulanya milik ANETA (Algemeen Niews en Telegraaf Agentschaap), kemudian berubah menjadi AIgemeen Niews en Telegraaf Aneta, bergerak di bidang pemberitaan, periklanan dan penerbitan majalah. Pada masa pemerintahan Jepang kantor berita Antara yang menempati Buitentijfgerstraat (sekarang Jalan Pinangsia No. 30, Jakarta Kota) berganti nama menjadi Yashima dan menempati bekas kantor ANETA. Yashima sendiri kemudian berganti nama menjadi Domei.

Pada masa Agresi Militer Belanda I (1947) bangunan tersebut diberikan Belanda kepada Apotheek Van Gorkom dan baru tahun 1961 kembali dipergunakan oleh LKBN Antara lagi. Perkembangan selanjutnya bangunan tersebut dipergunakan sebagai tempat Lembaga Pendidikan Jurnalistik Antara, sementara bagian belakangnya digunakan sebagai percetakan untuk keperluan intern. Berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wiyono tanggal 4 April 1959, gedung kantor berita Antara termasuk kategori gedung-gedung bersejarah.

Bentuk bangunannya bergaya kolonial dengan tiga lantai dilengkapi dengan jam dan alat penangkal petir. Memiliki pintu yang unik terbuat dari jeruji besi lengkap dengan kuncinya (gembok) dan lebar pintu dua meter. Di lantai bawah terdapat tangga dari beton dengan pegangan terbuat dari kayu dan besi, anak tangga dilapisi ubin keramik berwarna coklat muda. Menaiki tangga ke lantai dua, terdapat sebuah pintu kaca berukuran lebar dan di depannya terdapat jendela kaca lebar ukuran 50 x 100 cm. Di sebelah kiri tangga terdapat ruangan bentuknya seperti di ruangan pertama, terdiri dari ruang pimpinan, ruang kantor, ruang belajar, mushola, dan kamar mandi. Jendelanya unik dengan jeruji di bagian luarnya. Adapun lantai tiga bentuknya sama dengan ruangan pertama dan kedua, tetapi ruangan dibiarkan kosong.