Angke Kapuk, Hutan Lindung

Hutan Lindung Angke Kapuk

Luas

44,76 Ha

Hutan Lindung Angke Kapuk secara geografis terletak antara 6o05’ – 6o10’LS dan 106o43’ – 106o48’ BT, berada wilayah kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Hutan Lindung Angke Kapuk adalah suatu kawasan konservasi formal yang dimiliki oleh DKI Jakarta di wilayah daratan. Kawasan Hutan Lindung tersebut terbentang mulai dari hutan wisata Kamal sampai dengan batas cagar alam Muara Angke. Hutan lindung dengan luas yang tergolong kecil ini terletak di wilayah pesisir, yakni kawasan peralihan antara daratan dan lautan di bagian utara DKI Jakarta, yang memanjang dari muara sungai Angke di bagian timur sampai perbatasan DKI Jakarta dengan Banten di bagian barat (Santoso, 2002). Kondisi demikian, menjadikan Hutan Lindung Angke Kapuk berperan penting dalam menjaga stabilitas kawasan di sekitarnya, baik aspek fisik, biologi atau sosial ekonomi yang memposisikan sebagai ekosistem yang produktif dan unik di kawasan pesisir. Berdasarkan surat Keputusan Direktorat Jenderal Inventarisasi dan Tata Guna Hutan No.08/KPPS/VII-4/94 hutan lindung ini memiliki luas 44,76 dan ditetapkan sebagai kawasan konservasi.

Kawasan ini disusun oleh 15 jenis pohon mangrove, 8 jenis merupakan jenis asli setempat dan 7 jenis sisanya merupakan jenis yang ditanam yang berasal dari kawasan lain. Jenis-jenis pohon mangrove asli kawasan HLAK terbagi atas dua grup, yakni (i) mangrove sejati yang terdiri atas 7 jenis, yaitu Avicennia officinalis L. (Avicenniaceae), Rhizophora apiculata Blume, R. mucronata Lamarck, R. stylosa Griff (Rhizophoraceae), Sonneratia caseolaris (L.) Engler (Sonneratiaceae) yang merupakan komponen mayor/utama, Excoecaria agallocha L., (Euphorbiaceae) dan Xylocarpus moluccensis (Lamk.) Roem. (Meliaceae) yang merupakan komponen minor/tambahan, dan (ii) sisanya sebagai asosiasi mangrove, yaitu Terminalia catappa L. Sedangkan 7 jenis pohon mangrove yang merupakan jenis introduksi terdiri atas 1 jenis mangrove sejati, yaitu Bruguiera gymnorrhiza (L.) Lamarck (Rhizophoraceae), dan 6 jenis asosiasi mangrove, yakni Calophyllum inophyllum L. (Guttiferae), Cerbera manghas L. (Apocynaceae), Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen, Tamarindus indica, Acacia mangium, dan A. auriculiformis (Leguminosae). Berdasarkan tingkat pertumbuhannya, B. gymnorrhiza, C. inophyllum dan C. manghas baru sampai pancang, sedangkan P. falcataria, T. indicus, A. mangium, dan A. auriculiformis sudah ada yang mencapai tingkat pohon.

Keberadaan jenis-jenis satwa liar sangat berkaitan erat dengan tipe vegetasi di kawasan tersebut. Hutan Lindung Angke Kapuk merupakan kawasan pantai dengan tipe vegetasi mangrove dan merupakan tipe habitat khusus, sehingga satwa liar yang ditemukan di hutan lindung tersebut adalah jenis mamalia dan aves. Selain jenis monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) ditemukan jenis yang dilindungi undang-undang atau spesies migran antara lain: Raja Udang biru (Alcedo coerulescens), Pecuk ular asia (Anhinga melanogaster), kuntul kecil (Egretta garzetta) ibis rokoroko (Plegadis falcinellus) dan dara laut kumis (Chilidonias hybridus).

Hutan lindung Angke Kapuk disamping sebagai kawasan konservasi (perlindungan alam) merupakan salah satu objek potensial untuk tujuan wisata/ekowisata. Dalam rangka meningkatkan pengembangan bidang pariwisata di Indonesia juga penunjang sistem pendidikan dan penelitian.

Pembangunan demi pembangunan terus dikembangkan dari tahun ke tahun, mulai dari rehabilitasi mangrove, pembersihan sampah, pemasangan cerucuk penahan sampah dari arah laut yang masuk ke kawasan hutan, pembangunan jalan kontrol. Data terakhir (2011) tercatat sepanjang 500 meter jalan kontrol yang menghubungkan titik yang satu ke titik yang lain, sehingga hutan lindung semakin integratif dan memudahkan pengunjung untuk mengelilingi dan menikmati keindahan hutan lindung tersebut. Selain jalan kontrol di hutan lindung juga sudah dilengkapi, Gedung Informasi, Pos Jaga, Pagar dan shelter.