ANAK ARAB PULANG KE ARAB

Ungkapan tradisional Betawi yang mengandung nilai pendidikan, sebagai nasihat atau sindiran supaya orang selalu menepati janji yang telah diucapkan. Konteks pemakaian ungkapan tersebut mengenai janji tentang uang, hutang-piutang, atau perdagangan.

Banyak sekali kejadian cekcok atau perkelahian yang disebabkan karena seseorang selalu mengingkari janji yang diucapkannya. Apalagi kalau janji tersebut tentang uang, hutang-piutang atau perdagangan. Misalnya pihak kesatu yang berhutang kepada pihak kedua telah berjanji dengan sungguh-sungguh untuk melunasi hutangnya, pada hari tertentu. Apabila pada hari yang telah ditetapkan itu tidak ditepati, maka tentu akan atau sering terjadi keributan, perkelahian bahkan ada kalanya pembunuhan. Kalau hal yang tak diinginkan itu sampai terjadi, yang kasihan ialah keluarga yang ditinggalkan. Kalau perjanjian kunjung mengunjungi saja yang tidak ditepati, masalahnya tidak akan begitu berat, tapi perbuatan yang tidak menepati janji tersebut tidak dapat dibenarkan.

Apabila dilihat dari tingkah laku dan perbuatan seseorang yang tidak menepati janjinya, adalah perbuatan tidak baik dan tercela. Karena janji itu sendiri merupakan hutang. Baik buruknya pribadi seseorang, dapat tidaknya seseorang dipercayai, dapat kita pergunakan ukuran. Apakah orang tersebut dapat mematuhi janji yang telah dibuatnya, orang yang tidak menepati janji biasanya tidak disukai orang lain. Orang lain tidak bisa mempercayainya, baik yang menyangkut hal usaha atau pekerjaan. "Anak Arab pulang ke Arab", anak Arab pulang ke negerinya, bukan negeri lain. Tetapi ingatlah akan janjinya, sebab janji itu merupakan hutang yang harus dibayar.