Amir Hamzah, Taman

Taman Amir Hamzah

Alamat

Jalan Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat 10320

Luas

1000 M2

Fasilitas & Sarana

Jogging track, lapangan batminton, lapangan voli, lapangan basket, pull up bar, arena bermain anak, bangku taman, lampu taman, 4 buah pergola, kolam air mancur.

Data per 2014

 

Berada di kawasan Menteng Jakarta Pusat. Taman ini telah lama hadir di kawasan pemukiman warga sekitar wilayah tersebut.  Menjadi tempat berolahraga dan berekreasi melepas penat di tengah kehidupan kota Jakarta. Taman ini menggunakan nama Amir Hamzah, seorang Satrawan Indonesia keturunan Kesultanan Melayu Langkat Sumatera Utara. Selama hidupnya Amir Hamzah telah  menghasilkan banyak karya, diantaranya kumpulan sajak Buah Rindu, Nyanyi Sunyi, Setangi Timur dan terjemahan Bhagavad Gita. Amir Hamzah meninggal terpancung tanpa peradilan dalam revolusi sosial di Sumatera Timur pada 20 Maret 1946. Ia kemudian dinobatkan sebagai pahlawan nasional pada tahun 1975.

Taman ini pernah menjadi tempat bermain Presiden Amerika Serikat Barack Obama ketika masih kecil. Saat itu  orang tua Barack Obama menyewa rumah paviliun jalan Taman Amir Hamzah no.22  milik salah satu anggota TNI AL, Tata Aboebakar. Barack Obama dan keluarganya ketika itu tinggal di kawasan ini di tahun 1970-1971. Pada saat itu Obama kecil suka bermain gulat, bermain sepeda dengan teman teman atau mengajak anjing kesayangannya Janggo berkeliling di taman ini. Selain Presiden Barack Obama, Presiden Indonesia ke IV Abdurachman Wahid atau dikenal dengan Gus Dur juga pernah tinggal di depan taman ini. Gus dur tinggal di rumah orangtuanya di jalan Taman Amir Hamzah no.8 yang kini menjadi kantor The Wahid Institute.

Saat ini Taman Amir Hamzah masih menjadi ruang terbuka hijau yang masih digunakan oleh masyarakat baik berolahraga maupun berekreasi. Taman ini memiliki beberapa fasilitas olahraga seperti jogging track, lapangan bulutangkis yang kadang difungsikan sebagai lapangan futsal, lapangan basket dan lapangan bola voli. Taman ini dihiasi oleh air mancur ditengahnya, beberapa pohon yang telah tumbuh membesar seperti pohon beringin, angsana, petai cina, palem dan serta tanaman hias seperti lili bakung. Dengan 5 buah pintu masuk ke taman, taman ini dilengkapi oleh beberapa tong sampah dan lampu taman di beberapa titik di dalam taman. Pengunjung taman yang membawa anak pun dapat mengajak anaknya bermain di arena bermain anak yang tersedia di taman ini.

Selain berolahraga dan berekreasi, pengunjung taman juga dapat menikmati kuliner yang dijual di sekitar taman, seperti mie ayam, bakso, ketoprak, batagor, es pisang ijo, cendol, es kelapa, gorengan, minuman dingin dan rujak buah segar yang dijual oleh pedagang di taman Amir Hamzah.

Taman ini tidak memiliki lahan parkir bagi pengunjungnya. Sehingga mereka yang datang ke taman ini biasanya memarkirkan kendaraannya di sisi jalan Taman Amir Hamzah atau di Jalan Taman Matraman Timur. Kebanyakan yang datang ke taman ini menggunakan sepeda motor. Mereka yang datang dengan mobil agak sulit memarkirkan kendaraannya di sekitar taman walau ada beberapa lahan yang dapat digunakan untuk memarkirkan kendaraan mereka seperti di wilayah Masjid Jami Matraman atau di sekitar Kelurahan Pegangsaan. Mereka yang datang ke taman ini menggunakan kendaraan umum, biasanya pengunjung turun di perempatan Matraman lalu berjalan kaki lokasi taman.