Alya Rohali

Putri Indonesia tahun 1996 asli Betawi. Lahir di Jakarta, 1 Desember 1976. Menyelesaikan pendidikan SI Fakultas Hukum di Universitas Trisakti dan melanjutkan Program S2 di Jurusan Manajemen Komunikasi FISIP Universitas Indonesia. None Jakarta untuk Jakarta Barat 1994 ini tumbuh di lingkungan  keluarga Betawi di bilangan Kampung Melayu, Jakarta Timur. Keluarga Rohali, yakni keluarga ayahnya, adalah tipe keluarga "Betawi modern". Ayah Alya, Ir Rohali, adalah lulusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bekerja di Perum Gas. Lima anak Rohali semuanya berpendidikan tinggi.

Setelah terpilih memenangkan None Jakarta untuk Jakarta Barat 1994, dia beranjak ikut pemilihan Putri Indonesia tahun 1996, dan kembali menang. Sempat akan diikutkan dalam pemilihan Miss Universe, dan menjadikan polemik dan sangat kontroversial pada saat itu. Alya tidak jadi ikut karena banyaknya protes. Alya menceritakan, dalam pemilihan Putri Indonesia 1996, dia ditanya oleh juri tentang visinya sebagai perempuan Betawi. Sebagai perempuan berayah Betawi (beribu Sunda), Alya ingin mengubah citra perempuan Betawi yang digambarkan tidak maju, tidak berpendidikan, dan kampungan. Kemenangan dalam Pemilihan Putri Indonesia, ditunjang keunggulannya dalam 4 B, yaitu dituntut mempunyai Brain (kecerdasan) Beauty (kecantikan) Behavior (tingkah laku), dan Bravery (keberanian).

Alya Rohali memiliki kontribusi besar dalam mengubah citra remaja Betawi bahwa mereka mampu juga untuk maju. Sejak itu saya dapat respons banyak sekali. Banyak yang terharu dan terpecut untuk mengubah sikap. Jadi dampak image tersebut kemudian membentuk image baru tentang remaja Betawi. Betawi tidak selalu terkesan tradisional seperti terlihat di televisi. Sekarang di samping berprofesi sebagai presenter dalam beberapa acara kuis dan entertainment, juga menjadi pemain sinetron.