ALI SASTROAMIDJOJO

Tokoh politik, pemerintahan, Nasionalis. Kelahiran Grabag, Jawa Tengah, 21 Mei 1903 dan meninggal di Jakarta 13 Maret 1975. Mendapat gelar Meester in de Raechten (Sarjana Hukum) dari Universitas Leiden 1927. Semasa bersekolah aktif dalam organisasi pemuda, misal menjadi anggota Jong Java (1918-1922) dan Perhimpunan Indonesia di Negeri Belanda (1923-1928). Karena aktifitasnya, di tahun 1927, ditahan Polisi Belanda bersama-sama dengan Mohammad Hatta, Natzir Dt. Pamuncak, dan Abdul majid. Tahun 1928, bersama Mr.Soejoedi membuka kantor pengacara. Bersama dr. Soekiman menerbitkan majalah Djanget di Solo. Masuk PNI pimpinan Bung Karno, lalu masuk Gerindo setelah PNI dibubarkan oleh Mr. Sartono. Setelah kemerdekaan masuk PNI lagi. Sesudah PD II meneruskan aktifitasnya di lapangan politik dan pemerintahan, a.l. menjadi Menteri Pengajaran dalam Kabinet Amir Syarifuddin (Juli 1947) dan Kabinet Hatta (Januari 1928).

Ali Sastroanidjojo menjabat wakil ketua Delegasi RI dalam perundingan dengan Belanda (Februari 1948), turut dalam Konferensi Internasional Indonesia (Juli 1949) dan menjadi anggota delegasi dalam KMB (Konferensi Meja Bundar). Setelah kedaulatan RI, ia diangkat menjadi Duta Besar di AS, Canada, dan Mexico (1950-1955), ketua umum Konferensi Asia Afrika di Bandung (1955), Perdana Menteri kabinet yang disusun Mr. Wongsonegoro (19531955), wakil tetap Indonesia di PBB (19571960) dan menjadi ketua umum PNI (1960-1966). Beberapa hasil karyanya: Pengantar Hukum Internasional (1971), Politik Luar Negeri Indonesia Dewasa Ini (1972), (ditulis bersama dengan Imron Rosjadi, Thee Kian wie dan lain-lain), Tonggak-tonggak di Perjalananku (1974), dan Empat Mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda 1927 (1975).