ALI MOERTOPO

Lahir di Blora, Jawa Tengah, 23 September 1924 dan meninggal pada 15 Mei 1984. Dikenal sebagai aktivis, ahli strategi, dan politisi terkemuka. Ia memiliki kompetensi di bidang intelijen, dan berperan signifikan dalam memodernisasi badan intelijen negara pasca 1965. Pernah menjadi Kepala Badan Koordinasi Intelijen (Bakin) dan Menteri Penerangan RI (1978-1983).

Bersama Soedjono Hoemardhani, asisten pribadi Soeharto, berperan besar mengukuhkan akar kekuasaan Orde Baru, melalui Lembaga think thank Orde Baru, CSIS (Center a/Strategic and International Studies) yang dibentuk pada tahun 1971. Lembaga ini memiliki kredibilitas di kalangan akademisi, dan hasil risetnya diakui dalam lingkup internasional. Hasil riset CSIS banyak menjadi acuan ketika para akademisi ingin menganalisis arah kebijakan rezim Orde Baru.

Sebagai think thank di balik pemerintahan Orde Baru, terkenal dengan program pembangunan lima tahunnya (Pelita), dan juga pembangunan aspirasi politik. Ia adalah seorang tentara berbasis intelijen yang juga seorang pemikir dan analis, gagasannya tertuang dalam bukunya berjudul Dasar-Dasar Pemikiran tentang Akselerasi Modernisasi Pembangunan 25 Tahun (1972) diterima MPR sebagai strategi pembangunan nasional jangka panjang.

Pada 1968, ia menggagas peleburan banyak partai politik menjadi segelintir partai. Gagasan itu terwujud pada tahun 1973, setelah semua partai berfusi ke dalam tiga partai saja: Golkar, PPP (hasil fusi partai-partai bercorak Islam), dan PDI (fusi partai-partai bercorak nasionalis). Ia juga begitu intens melakukan berbagai aksi, melalui lembaga Operasi Khusus (Opsus) dengan melibas aktivis-aktivis pro-demokrasi maupun kaum oposisi yang berani bersuara menentang rezim Orde Baru. Organisasi "buldoser" ini begitu efektif dan ditakuti tokoh-tokoh prodemokrasi. Lembaga intelijen tentara dikembangkan sedemikian rupa sehingga menjadi semacam perangkat early warning bagi penguasa untuk memberangus lawan-lawan politiknya.