Aer Laut Siape Yang Asinin

Ungkapan tradisional Betawi untuk mengingatkan orang yang suka memuji diri sendiri bahwa sikapnya itu tidak baik dan hendaknya dihentikan. Juga jangan sampai terlena oleh pujian orang lain. Konteks pemakaian ungkapan tersebut berkaitan dengan interaksi dalam masyarakat. Menurut masyarakat Betawi yang beragama Islam, sikap sombong tidak sesuai dengan ajaran Islam karena menjurus ke sifat takabur yang dibenci Tuhan.

Ungkapan ini berasal dari masyarakat nelayan. Muncul dari kenyataan bahwa memang garamlah yang membuat asin air laut dan bukan benda lain. Tetapi "garam" itu tidak boleh menyombongkan diri karena telah mengasini air laut yang luas.

Adapun arti dan maksud pemakaiannya ungkapan ini adalah untuk menasehati, menyindir dan mengingatkan seseorang yang suka memuji diri sendiri, bahwa kebiasaan seperti itu tidak baik dan hendaknya dihentikan. Masyarakat Betawi yang beragama Islam tidak senang kalau ada seorang yang suka memuji diri sendiri. Hal ini sesuai dengan ajaran Islam, karena orang sombong yang akan menjurus ke sifat takabur suatu sifat yang dibenci Tuhan. Sebagai seorang manusia tentu ada kelemahannya. Di satu pihak seseorang mungkin hebat, tetapi dalam hal lain ada kelemahannya. Jangan lantas memuji diri bila mengerjakan sesuatu.