ADIDHARMA

<p style="text-align: justify;">Dirigen kenamaan yang lebih dari 25 tahun (sejak tahun 1961) menjadi pemimpin dan konduktor Orkes Simfoni Jakarta di RRI Stasiun Nasional Jakarta. Sebelumnya, sejak tahun 1957, ia telah menjadi <em>concert master</em> Orkes Radio Jakarta, cikal-bakal Orkes Simfoni Jakarta.</p> <p style="text-align: justify;">Sejak remaja, ia sudah mulai belajar biola pada para pemain musik NIROM (<em>Nederlands Indische Radio Omroep Matschapij</em> atau Jawatan Radio Hindia Belanda). Tahun 1951, ketika masih bersekolah di HBS (setingkat sekolah lanjutan), ia berangkat ke Konservatori Musik di Amsterdam, Belanda, untuk memperdalam permainan biolanya. Adhidarma, yang nama aslinya Lie Eng Liong, berhasil menyelesaikan studinya dengan predikat <em>cumlaude</em> tahun 1955. Begitu lulus, ia segera bergabung dengan<em> Utrechtse Stedelijk Orkest</em>, kelompok musik di negeri Belanda yang pada masa itu cukup terkenal.</p> <p style="text-align: justify;">Tahun 1957 ia kembali ke Indonesia, dan bekerja pada Bidang Siaran Musik RRI Jakarta. Tahun 1962, ia berangkat ke Amerika Serikat untuk belajar lagi di Sekolah Musik Julliard, di New York. Di sini ia berguru pada Persinger, seorang <em>maestro</em> dan <em>virtuoso</em> biola yang punya nama abadi. Khusus untuk <em>conducting</em>, Adhidarma berguru pada Jean Morer. Pengalaman yang sangat berkesan ketika ikut dalam pagelaran akbar Orkes Simfoni Dunia yang dibentuk PBB tahun 1971.</p> <p style="text-align: justify;">Sepuluh tahun kemudian, ia baru resmi diangkat sebagai pegawai negeri golongan IVA. Adhidarrna, yang juga menjadi anggota Dewan Kesenian Jakarta ini, tidak begitu peduli dengan status pekerjaannya. Ia mencurahkan perhatian, dan bahkan juga hidupnya, khusus untuk dunia musik yang amat dicintainya.</p>