ACADEMIE DE MARINE

Akademi Maritim (Pelayaran) yang paling tua di Asia. Didirikan tahun 1743 dan diresmikan Gubernur Jenderal van Imhoff sebagai penggagasnya. Kampusnya terletak di samping bangunan (sekarang jadi) Toko Merah, yang sekaligus merupakan tempat tinggal van Imhoff pada saat itu. Kepala Admnistrasinya dijabat Letnan J. Van Biesum yang bertugas sebagai sekretaris merangkap Kepala Perpustakaan. Setelah dua tahun, tepatnya 17 Desember 1745, akademi ini mengangkat Paulus-Pauluz, Kepala Pembuat peta Laut sebagai Gubernur Academie de Marine pertama dengan pangkat Kapten. Tetapi karena melakukan penyelewengan, ia dipecat tahun 1750. Akademi ini merekrut sejumlah opsir muda bangsa Eropa sebagai karyawannya.

Untuk menjadi mahasiswa akademi ini, harus memenuhi syarat-syarat antara lain, harus lahir dari perkawinan yang sah dan berkelakuan baik, berumur 12 hingga 14 tahun, beragama Kristen Protestan, pernah menjalani pelayaran minimal 6 bulan dan mengenal beberapa istilah dalam dunia pelayaran. Khusus bagi pelaut yang bekerja pada kapal-kapal VOC yang kapalnya tiba di Batavia harus mendaftarkan diri ke akademi ini dan wajib mengikuti kuliah. Mereka disebut Cadets. Masa pendidikannya selama 4 tahun dengan jumlah kadet dibatasi 24 orang setiap angkatan. Materi pelajarannya meliputi teori dan praktik yang semuanya diatur dalam jadwal ketat dengan jam belajar yang pasti untuk 4 hari kelja. Pukul 05.00 pagi bangun tidur, setengah jam kemudian sarapan pagi. Pukul 06.00 wajib mengikuti kebaktian pagi, kemudian pukul 07.00-12.00 berlangsung jam pelajaran bahasa Latin, bahasa Moor, navigasi dan menulis. Pukul 12.00-13.00 makan siang dan istirahat, kemudian 13.00-17.00 dengan materi menggambar, seni membangun kapal dan juru mudi kapal. Khusus hari Rabu dan Sabtu, diberikan pelajaran teologi, dansa, main anggar, menunggang kuda, dan latihan menggunakan senjata.

Selama mengikuti pendidikan, diberlakukan disiplin militan yang keras bagi semua kadet. Pelanggar disiplin dikenakan sanksi atau denda yang tidak ringan. Pada jam tidur malam, terkadang dilakukan patroli mendadak. Kadet yang tertangkap sedang iseng membaca bacaan terlarang dengan menggunakan lilin atau bermain kartu, dikenakan hukuman berupa: dikurung 4 hari dengan kaki terendam di dalam air, dan hanya boleh mendapatkan nasi tanpa sayur dan lauk pauk. Bagi kadet yang meninggalkan tugasnya, akan ditawan di Pulau Onrust atau Pulau Edam di Teluk Jakarta. Dan untuk memperoleh makanan, mereka harus bisa bekerja pada salah satu galangan kapal yang ada di sana. Sementara uang saku mereka selama menjalani hukuman, jatuh ke tangan akademi.

Tahun 1743-1755 akademi ini ditempatkan di rumah ganda atau Toko Merah, agar para perwira kapal-kapal niaga Kumpeni dididik dengan lebih baik. Untuk memperoleh biaya bagi akademi yang baru, pengadilan disuruh menjatuhkan hukuman menyetor sejumlah uang kepada kas lembaga ini. Maka, banyak nahkoda dan pejabat yang melakukan kesalahan didenda dan uang itu digunakan untuk akademi ini. Setelah itu, diadakan pajak khusus atas tontonan, misalnya sabung ayam dan wayang potehi. Lembaga yang didirikan tahun 1743 ini ditutup tahun 1755 dengan alasan sedikit muridnya, sehingga biaya operasional menjadi mahal.