Abdurrahman Wahid, K. H.

Presiden RI Periode 1999-200 I, mantan Ketua Umum Pengurus Besar NU (Nahdatul Ulama), pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Ciganjur, Jakarta Selatan; kolumnis berbagai majalah dan harian di Jakarta. Kelahiran Jombang, Jawa Timur, pada tanggal 4 Agustus 1940. Lebih akrab dipanggil Gus Dur, merupakan anak sulung Wahid Hasjim, tokoh Nahdatul Ulama yang pernah menjadi Menteri Agama Republik Indonesia. Setelah belajar di Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Tirnur (1959-1963), ia belajar pada Universitas AI-Azhar, Cairo, pada Departement of Higher Islamic and Arabic Studies, kemudian di Fakultas Sastra Universitas Baghdad, Irak. Sementara itu sampai tahun 1970 ia giat dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia di Timur Tengah. Karirnya sebagai penulis dimulai sejak umur belasan tahun, sedang di bidang pendidikan sejak menjadi guru madrasah (1959). Menjadi dosen dan dekan Fakultas Ushuluddin Universitas Hasjim Asy'ari di Jombang (1972-1974), kemudian sekretaris Pesantren Tebuireng (1974-1979). Abdur-rahman Wahid juga menjadi salah seorang tokoh Pimpinan Pengurus Besar Nahdatul Ulama dan
berdasarkan keputusan Mu'tamar NU ke-27 di Situbondo, memegang jabatan ketua
Tanfiziyah Pengurus Besar Nahdatul Ulama.

Pernah menjadi ketua Fordem (Forum Demokrasi), yang didirikannya sebagai reaksi anti-sektarianisme, yang antara lain dipicu oleh pendirian lembaga seperti ICMI. Pada Pemilu 1999, meskipun PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) milik NU tidak memenangi pemilu, namun daJam Sidang Umum MPR saat itu ketuanya Arnien Rais, ia terpiJlh sebagai Presiden Republik Indonesia, menggantikan B.J. Habibie yang laporan pertanggung-jawabannya ditolak oleh MPR dan didampingi Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri, yang sebenarnya partainya menjadi pemenang Pemilu. Namun akibat berbagai kasus yang controversial, sebelum masa jabatannya sebagai presiden habis, Sidang Istimewa MPR menurunkannya dengan mengeluarkan mosi tidak percaya. Selanjutnya Megawati Soekarnoputri selaku Wakil Presiden naik menggantikannya.


Bagaimanapun Gus Dur- yang di kalangan pendukungnya dianggap sebagai waliullah- tetap dianggap tokoh pemikiran dan penggerak Islam-pluralis yang penting di masa Indonesia terkini. Ia mencita-citakan umat Islam Indonesia menjadi umat beragama berpandangan luas dan mampu memahami orang lain, menumpahkan kebersamaannya yang utuh dengan segala pihak dan menjunjung tinggi kebebasan sebagai sarana demokrasi. Dan hal tersebut dibuktikannya dengan menjadikan iklim kebebasan politik dan kehidupan pers yang semakin terbuka dan demokratis.

Mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur wafat pada hari Rabu, 30 Desember 2009 pukul 18.45 WIB di Rumah Sakit RSCM. Presiden ke 4 ini wafat akibat komplikasi jantung. Penyakitnya diperberat dengan adanya gangguan ginjal dan kencing manis.

Almarhum K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) telah dimakamkan di Maqarabah Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Kamis, 31 Desember 2009.