Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius, Tanjung Priok, Fasilitas Keagamaan

Sebelum tahun 1929, bisa dikatakan bahwa umat Katolik menghadapi masalah antara lain, tempat tinggal berpencar, sarana transportasi tidak mendukung, kesulitan dalam berkomunikasi karena faktor bahasa, sehingga kesulitan untuk mengadakan kegiatan peribadatan. Baru pada sekitar tahun 1930 mulai diadakan doa Rosario, Jalan Salib bersama yang diikuti oleh kaum pribumi dan tionghoa dengan menggunakan bahasa Belanda, sedangkan misa dilaksanakan dengan bahasa latin tetapi homily dengan bahasa Belanda. Pada tahun 1932 bersama-sama dengan kelompok umat Paroki Mangga Besar, dibentuk stasi Tanjung Priok dan Stasi Mangga Besar, yang berinduk kepada Paroki Katedral. Kehidupan umat Katolik waktu itu (terutama kaum pribumi dan tionghoa) semakin berkembang dan membutuhkan pelayanan secara intensif.

Sampai dengan tahun 1940 jumnlah Umat Katolik mencapai sekitar 90 jiwa. Ketika jumlah itu jumlah penduduk Tanjung Priok baru sekitar 50.000 jiwa. Meskpun Tanjung Priok sudah berstatus stasi, namun karena belum mempunyai tempat yg memadai, maka misa masih diadakan di Stasi Mangga Besar (Tahun 1938 terbentuk Paroki Mangga Besar ) Misa pertama umat Katolik stasi Kota Pelabuhan Tanjung Priok sekitar tahun 1940. Para pastor rutin melakukan kunjungan umat, antara lain Pastor Cappers, Pastor Beune SJ, Pastor Leo Xwaans SJ, Pastor Kholer OFM, dan Pastor Van Berkel SVD. Jumlah umat Katolik terus menerus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 1942 jumlah umat Katolik di kota pelabuhan Tanjung Priok telah mencapai 100 orang dan pada tahun 1951 jumlah umat meningkat dengan tajam dari 100 orang menjadi 350 orang. Tahun 1947 di dalam lingkup Pelabuhan Tanjung Priok dibangun sebuah bangunan gereja darurat, di bekas gudang yang terletak di dalam pelabuhan, di jalan Ambon atau sering disebut “Gereja Pelabuhan” (Sebelum ada nama pelindung).

Pimpinan stasi kota Pelabuhan Tanjung Priok diambil alih oleh seorang pastor Jesuit – Pastor WPasbst SJ. Kapel dalam pelabuhan, bangunan tentara Belanda yang ditawan Jepang, diambilalih 1948 dan dirampok habis-habisan 1956. Tercatat, Pada tanggal 13 September 1951, saat itu jumlah umat telah mencapai sekitar 350 jiwa (170 orang Indonesia dan 180 orang eropa). Kapel darurat yang dibangun di Jl. Deli (1958), ambruk (1967). Misa dirayakan dalam gereja di Jl. Yos Sudarso sejak 1970. Gereja yang sekarang dirancang oleh F. Kosman dan G. Sidharta. Sementara belum bisa membangun sebuah gereja , pada tanggal 3 juni 1965 dengan uang pribadi Romo Kurris berhasil membangun sebuah kapel, yang dinamakan Kapel Maria Bintang Laut (MBL), terletak di daerah Warakas dan pada akhir tahun 2004 Kapel MBL direnovasi dan selesai pada tanggal 1 Mei 2005.

Tanggal 1 September 1966 Bapak Laksamana Haryono Nimpuno Pangderal III Tanjung Priok, menghadiahkan sebidang tanah seluas 4200 M2, yang letaknya sangat strategis yakni di Jalan Yos Sudarso By Pass atau lebih tepatnya di Jalan Melati No. 1. Dan diatas tanah inilah di bangun gereja katolik oleh Romo Kuris SJ. Pembangunan gedung gereja dimulai tanggal 11 Oktober 1969, dengan pemancangan 55 beton sedalam 15 meter,dan diselesaikan tanggal 3 Desember 1970.

Posisi bangunan gereja itu sendiri menghadap ke arah Jalan Yos sudarso atau Jalan By Pass di sebelah Barat, sedangkan Gedung Pastoran menghadap ke arah utara Jalan Melati No.1 Rawabadak Utara, Koja Jakarta Utara. Sejak Berdirinya Paroki Santo Fransiskus Xaverius pada tahun 1952, sampai dengan tahun 1996, penanggung jawab reksa pastoral ditangani oleh Kongregasi Serikat Jesus (SJ).Baru pada tahun 1998 sampai sekarang penangung jawab reksa pastoral beralih ke kongregasi “Congregatlo Missionis” ( CM ).

Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius- Paroki Tanjung Priuk, Jakarta:

Alamat: Jl. Melati No.1, Tanjung Priuk, Jakarta 14230 Telp: (021) 43931808

Alamat Paroki:

Jl. Melati no. 1

Tanjung Priok, Jakarta Utara

Tel. 491-808

Susteran CB sejak 1969, dengan Klinik St. Josef (1959 sampai 1969 dikelola oleh awam)

 

Jl. Ganggeng Raya 9

Jakarta Utara

Susteran Puteri Kasih (1999)

Jl. Papango IV/27

 

Warakas, Jakarta Utara

Sekolah Strada (1953)

Sekolah Santa Maria (TK sejak 1978)

 

Jadwal Perayaan Ekaristi:

Misa Harian (Senin, Rabu, Jumat): Pk. 06.00 WIB

Misa Mingguan:

Sabtu: Pk. 18.30 WIB

Minggu: Pk. 06.30, 08.30, 18.00 WIB