“gelar Tari Anak Indonesia”, Pekan Festival Seni Pertunjukan Kemdikbud 2018, Festival

Direktorat Kesenian, Ditjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Pergelaran Tari Anak Indonesia sebagai upaya penguatan jati diri dan pembangunan karakter bangsa. Berlangsung pada 3 – 5 Oktober 2018 di Panggung Kancil, Istana Anak-Anak Indonesia (IAAI), Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Gelaran Tari Anak Indonesia yang bertajuk “Tarianku Indonesiaku”, bertujuan untuk mendorong generasi muda agar dapat mengembangkan imajinasi dan kreatifitas seni terutama minat untuk lebih mengenal, memahami dan menghargai Seni Tari serta sebagai media penyampaian pesan bagi pengembangan nilai-nilai kearifan Lokal dan Tradisi dimana tarian tersebut berkembang. Karya yang di tampilkan peserta adalah karya Tari Baru berbasis Tradisi bersumber dari lingkungan dalam keseharian anak di daerah masing-masing.

Sebanyak 26 karya tari dari 26 Provinsi ditampilkan dalam gelar tari ini. Sebelum acara pergelaran, sudah dilaksanakan beberapa rangkaian acara antara lain seleksi karya tari secara Open Call terbatas yang menghasilkan 104 video karya tari dari 28 provinsi yang mendaftar dan terpilih 27 karya tari dari 27 provinsi tetapi Sulawesi Tengah tidak dapat mengikuti pergelaran karena adanya hambatan transportasi pasca bencana serta dilaksanakan Lokakarya bersama 27 kelompok yang diwakili Penata Tari dan Penata Musik 24-25 Agustus di Jakarta.

Hari pertama, Rabu (03/10/2018), tampil grup tari dari DI Yogyakarta, Kepulauan Riau, Lampung, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Bangka Belitung, dan Kalimantan Timur. Hari kedua, Kamis (04/10/2018), tampil 11 grup, dari Bengkulu, Banten, Maluku Utara, Gorontalo, Kalimantan Tengah, Jambi, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatera Barat. Hari terakhir, Jum’at (05/10/2018), tampil 7 grup, dari Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Riau, Nusa Tenggara Barat,, Sumatera Selatan, dan DKI Jakarta

Dalam kegiatan ini ada tim pengamat yang memantau dan mengevaluasi penampilan peserta dari mulai konsep karya, originalitas, keterampilan, dan penghayatan sehingga ditentukan beberapa kategori yang diberikan penghargaan sebagai Penata Tari Terpilih, Penata Musik Terpilih, Penata Rias dan Busana Terpilih, Penari Terpilih, dan Grup Tari Terpilih. 

Penyelenggara dan Tim Pengamat  yang terdiri dari Hartati,  Drs. Frans Sartono (Wartawan, pengamat seni pertunjukan, dan General Manager Bentara Budaya), Wasi Bantolo, S.Sn, M. Hum (Dosen ISI Surakarta dan praktisi tari), Drs. MJ. Florybertus Fonno (Praktisi tari dan pengajar di Padepokan Bagong Kussudiardjo Yogyakarta), dan Anusirwan, M.Sn (Komponis dan penata musik tari), memilih dan menetapkan 30 karya terpilih. Meliputi; 10 Penari Terpilih, 5 Grup Penyaji Terpilih , 5 Koreografer Terpilih, 5 Penata Musik Terpilih, dan 5 Penata Rias dan Busana Terpilih.

Grup dari Provinsi Riau, yang menampilkan tarian berjudul, _‘Mandi-mandi Berbenen’_ memborong seluruh Kategori Karya Terpilih. Difa Julia Arizki _(Penari Terpilih), Sanggar Seni Terusan Kasih _(Grup Penyaji Terpilih), Faizal Andri, S.Pd (Koreografer Terpilih), Iswahyudi, S.Pd (Penata Musik Terpilih), dan Emon Ramadhan Putra, S.Pd (Penata Rias dan Busana Terpilih).